Tampilkan postingan dengan label Bincang Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bincang Politik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Agustus 2010

Gaza Tidak Butuh Kalian




(Santi Soekanto, dari Freedom Flotilla, 30 Mei 2010)

---------- Pesan terusan ----------
Dari: Tomi Satryatomo
Tanggal: 31 Mei 2010 10:15
Subjek: [JMP] Gaza Tidak Membutuhkanmu! (Santi Soekanto, dari Freedom Flotilla, 30 Mei 2010)
Ke: imsaus@googlegroups.com, im-ksa@googlegroups.com, Ahlan Group .com>, CIR Milis om>, Jaringan Media Profetik , Forum Kompas ogroups.com>, mediacare yahoogroups >, Forum Lingkar Pena oups.com>, kabarbaik@googlegroups.com


Assalamu'alaykum warahmatulLahi wabarakatuhu,

Salah satu dari 12 orang Indonesia yang ada di armada Freedom Flotilla adalah Santi Soekanto. Ia mantan wartawati harian the Jakarta Post, sempat menjadi konsultan media bagi WHO Jakarta, kemudian memutuskan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Suaminya, Wisnu Pramudya, juga ada di atas kapal. Wisnu juga wartawan, sempat memimpin majalah Hidayatullah.

Kemarin, Santi mengirim email ini pada saya. Isinya menyentuh. Saya teruskan pada kawan-kawan, semoga juga bisa bermanfaat. Silakan teruskan pada kawan-kawan lain.

Sampai saat mengirim email ini, saya belum tahu kabar mereka dan 10 orang Indonesia lain (selain Santi dan Wisnu, ada juga M. Yasin/ TV One, Surya Fachrizal/ majalah Hidayatullah, Ferry Nur/ Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina, tiga orang dari MER-C, sisanya saya belum tahu).

Mohon terus doakan mereka.

Salam,
--
Tomi Satryatomo
skype: tomi.satryatomo


http://wisat.smugmug.com/
http://www.trekearth.com/members/wisat/photos/
http://www.jpgmag.com/people/wisat

"We shall build good ship here,
at a profit if we can,
at a loss if we must,
but... always a good ship."
From: Santi Soekanto
Sent: Sunday, May 30, 2010 8:47 AM
To: Tomi Satryatomo; Tomi Satryatomo
Subject: Just sharıng - Gaza Tidak Membutuhkanmu

Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.
Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.

Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.

Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalanan ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia “tangan kanan” seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.

Activism

Ada begitu banyak activism, heroism…Bahkan ada seorang peserta kafilah yangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan “Heroes of Islam” alias “Para Pahlawan Islam.” Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta’ala.

Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.

Kalau dibiarkan riya’ akan menyelusup, na’udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta’ala.

Mengerem

Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidak-ikhlasan dan riya’? Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah, to Allah’s blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah’s anger and displeasure?

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya… Dari para ‘ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka.

Semua berteriak, “Untuk Gaza!” namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.

Gaza Tak Butuh Aku

Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.

Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.

Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak – betapa pun sedikitnya – menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.

Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha… Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza! Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.

Cara Allah Mengingatkan

Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku.
Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya – karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku.

Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat…menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung-jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?
Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndableg bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air – lalu kusiramkan ke toilet.

Masih ndableg.
Kucoba lagi menyiram…
Masih ndableg.

Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri…
Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush. Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet…

Blus! Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana…
Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.

Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi – agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.

Allahumaj’alni minat tawwabiin…
Allahumaj’alni minal mutatahirin…
Allahumaj’alni min ibadikas-salihin…


29 Mei 2010, 22:20
Santi Soekanto
Ibu rumah tangga dan wartawan
yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010.

Zionis Yahudi Itu Pasti Hancur

Pengantar

Tragedi Flotilla yang dialami kapal laut Mavi Marmara, pekan lalu, benar-benar menggetarkan hati manusia di seluruh dunia yang masih memiliki nurani kemanusiaan. Kutukan terhadap kebiadaban Israel terus mengalir dari berbagai belahan dunia. Tragedi itu menunjukkan dengan kasat mata, betapa kejahatan Israel tidak memandang agama, ras, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pokoknya siapa saja yang menentang kebijakan Israel memblokade Gaza akan mereka serang dengan cara apa pun. Kejahatan semacam ini belum seberapa dibandingkan dengan kejahatan nenek moyang mereka terhadap para Nabi. Berikut ini sejumlah kejahatan Yahudi yang direkam oleh Al-Qur’an dan Hadits.

Allah Ta'ala berfirman:

وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

"Dan telah Kami tetapkan bagi Israil dalam al-Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar” (QS. Al-Isra: 4).

Sifat Dengki Yahudi



وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

“Sebagian besar Ahli Kitab (Yahudi) menginginkan sekali agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran......" (QS. Al-Baqarah: 109).

Makar jahat mereka yang pertama terjadi pada zaman Nabi Ya’qub, moyang mereka. Mereka berkeinginan menyingkirkan saudaranya sendiri, Yusuf, yang berakhlaq mulia dengan maksud agar mereka lebih dicintai bapaknya. (QS.Yusuf: 7-18).

Yahudi gemar Membunuhi Para Nabi dan Orang Sholeh

Kegemaran mereka membunuh para Nabi dan Rasul seperti membunuh Nabi Yahya secara kejam, yaitu memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di nampan emas. Nabi Zakaria juga dibunuh secara keji, yaitu dengan digergaji tubuhnya. Kedua pembunuhan ini terjadi pada masa pemerintahan raja Herodes. Mereka juga gemar membunuh orang-orang sholeh lainnya.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar, dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka dengan siksa yang pedih" (QS. Ali Imran: 21).

Nabi Isa pun tidak luput dari rencana busuk mereka, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkannya.

“Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih Isa ibnu Maryam Rasul Allah”. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh dan salib itu ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka (Yudas Iskaryot). Sesungguhnya orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan Isa) benar-benar dalam keraguan tentang (yang dibunuh) itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu Isa” (QS. An-Nisa’: 157).

Zu Nuwas
adalah seorang raja Yahudi Najran di Yaman yang sangat fanatik, tidak ingin ada agama lain di daerah kekuasaannya. Alkisah ada sekelompok pengikut Nabi Isa yang setia (Nasrani), ketahuan oleh mata-mata kerajaan. Lalu mereka dipaksa murtad dan masuk Yahudi, siapa tidak mau akan dibakar hidup-hidup. Raja Zu Nuwas memerintahkan pasukannya untuk menggali parit dan menyiapkan kayu bakar, yang akan digunakan untuk membakar umat Nasrani yang tidak mau murtad. Kejadian ini dikisahkan di dalam Al-Qur’an:

"Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi dinyalakan dengan kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu, melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji" (QS. al-Buruj: 4-8).

Yahudi Suka Berkhianat


Singkat cerita, kejahatan Yahudi pada masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam-pun tak kurang kejinya. Yahudi Bani Qainuqa' adalah Yahudi pertama yang mengingkari janjinya dengan Rasulullah, pemicunya adalah diganggunya seorang muslimah yang datang ke pasar mereka. Ia duduk di depan salah seorang pengrajin perhiasaan, mereka merayunya agar membuka cadar yang dipakainya namun ia menolak. Lalu si pengrajin menarik ujung baju si wanita dan mengikatkannya ke punggung wanita tadi, ketika berdiri terbukalah auratnya, lalu mereka menertawakannya. Sang wanita pun berteriak minta tolong. Seorang lelaki muslim mendengar lalu menerjang si pengrajin dan membunuhnya. Melihat kejadian itu orang-orang Yahudi mengerumuninya, dan beramai-ramai membunuh lelaki muslim tersebut. Mendengar berita kematian lelaki itu, maka keluarganya menuntut pertanggungjawaban orang-orang Yahudi. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang bersama para sahabat mengepung mereka selama 15 malam. Atas perintah beliau mereka diberi hukuman untuk meninggalkan Madinah.

Yahudi Bani Nadhir melakukan pengkhianatan yang kedua. Suatu saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pergi ke perkampungan Yahudi bani Nadhir untuk meminta diyat (denda) dua orang muslim yang terbunuh dari Bani Amir, yang melakukan pembunuhan adalah Amr bin Umayyah Ad-Dhimari, seorang Yahudi. Permintaan itu diajukan karena sudah adanya ikatan perjanjian persahabatan antara Rasulullah dengan mereka. Ketika beliau datang mengutarakan maksud kedatangannya, mereka berkata: “Baik wahai Abu Qasim! kami akan membantumu dengan apa yang engkau inginkan.”

Pada saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam duduk bersandar di dinding rumah mereka, kemudian mereka saling berbisik, kata mereka: “Kalian tidak pernah mendapati lelaki itu dalam keadaan seperti sekarang ini, ini kesempatan buat kita. Karena itu hendaklah salah seorang dari kita naik ke atas rumah dan menjatuhkan batu karang ke arahnya”, dan untuk tugas ini diserahkan kepada Amr bin Jahsy bin Ka’ab. Lantas ia naik ke atas rumah guna melaksanakan rencana pembunuhan ini, tetapi Allah melindungi Rasul-Nya dari makar orang-orang Yahudi tersebut dengan mengirimkan berita lewat Malaikat Jibril tentang rencana jahat itu. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bergegas pulang ke Madinah, dan memberitahukan kepada para sahabatnya tentang usaha makar tersebut. Beliau memerintahkan para sahabatnya untuk bersiap-siap pergi memerangi mereka.

Ketika orang Yahudi Bani Nadhir mengetahui kedatangan pasukan Rasulullah, mereka cepat pergi berlindung di balik benteng. Pasukan Islam mengepung perkampungan mereka selama 6 malam, beliau memerintahkan untuk menebang pohon kurma mereka dan membakarnya. Kemudian Allah memasukkan rasa gentar dan takut di hati mereka, sehingga mereka memohon izin kepada Rasulullah untuk keluar dari Madinah dan mengampuni nyawa mereka. Mereka juga meminta izin untuk membawa harta seberat yang mampu dipikul unta-unta mereka kecuali persenjataan, dan Rasulullah pun mengizinkannya.

Peristiwa ini diabadikan Al-Qur’an:

هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

"Dialah yag mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari siksaan Allah, maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang mereka tidak sangka. Dan Allah menancapkan ketakutan di dalam hati mereka, dan memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah kejadian itu untuk menjadi pelajaran wahai orang yang mempunyai pandangan" (QS. al-Hasyr: 2).

Yahudi Bani Quraizhah melakukan pengkhianatan yang ketiga. Mereka membentuk pasukan Koalisi (al-Ahzab), antara pasukan musyrik dan pasukan Yahudi. Suku Quraisy dipimpin Abu Sufyan ibnu Harb, suku Gathafan di bawah pimpinan Uyainah ibnu Hushn, suku bani Murrah di bawah pimpinan Harits ibnu Auf dan suku-suku yang lain, sementara pasukan Yahudi bani Quraizhah akan menusuk dari belakang. Peperangan Al-Ahzab itu betul-betul menyesakkan dada kaum muslimin yang terkepung, apalagi tingkah golongan munafik yang membuat goyah pasukan Islam.

Berkat kesabaran kaum muslimin, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengirim pasukan Malaikat dengan mendatangkan serangan berupa angin topan dan guntur yang memporak-porandakan pasukan koalisi. Mereka kocar-kacir, dan pulang ke tempat masing-masing dengan membawa kekalahan. Tinggallah Yahudi Bani Quraizhah, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengumumkan kepada pasukan Islam: “Bagi mereka yang mau mendengar dan taat agar jangan shalat ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah.”

Kaum muslimin langsung bergerak menuju perkampungan Yahudi Bani Quraizhah, dan mengepung mereka selama 25 malam. Orang-orang Yahudi tersebut benar-benar dicekam rasa ketakutan, lalu memohon kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar memberikan izin kepada mereka untuk keluar, sebagaimana yang beliau lakukan kepada Yahudi Bani Nadhir. Beliau menolak permohonan mereka, kecuali mereka keluar dan taat pada keputusan beliau. Kemudian Rasululah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyerahkan keputusan atas mereka kepada Sa’ad ibnu Mu’adz pemimpin suku Aus.

Keputusan telah ditetapkan yaitu: laki-laki dewasa dieksekusi, harta dirampas, anak-anak dan wanita menjadi tawanan. Hukuman terhadap pengkhianatan Bani Quraizhah lebih berat dari pada Bani Qainuqa' dan Bani Nadzir, karena dampak dari pengkhianatan mereka hampir saja merontokkan moral kaum muslimin dan membahayakan nyawa mereka semua.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا

"Hai orang-orang yang beriman ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. Yaitu ketika datang (musuh) dari atas dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatanmu dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka disitulah diuji orang-orang mukmin, dan digoncangkan hatinya dengan goncangan yang sangat" (QS. al-Ahzab: 9-11)

Kehancuran Yahudi Pasti Tiba


Secara global Al-Qur’an mengabarkan kehancuran Yahudi, seperti firman-Nya:

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

"Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan Israel) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al-Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa yang mereka kuasai” (QS. Al-Isra’: 7).

Sejak 1948 Yahudi merampas tanah Palestina. Dan sejak 2006 sampai sekarang mereka memblokade Gaza. Sehingga sekitar 1,5 juta jiwa muslim terkurung rapat dari dunia luar. Berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu mereka selalu digagalkan oleh Israel, termasuk misi kemanusiaan yang baru saja diserang pasukan komando Israel di perairan Gaza (Laut Mediterania).

Tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu menghentikan kebiadaban Israel. Pengepungan dan pemenjaraan massal oleh penjajah Israel dengan pembangunan tembok pemisah dimulai 16 Juni 2002 di Tepi Barat dengan dalih pengamanan. Panjang tembok tersebut mencapai 721 km sepanjang Tepi Barat, tinggi 8 meter sehingga mengisolasi lahan pertanian milik penduduk Palestina yang ditanami berbagai buah, seperti anggur dan zaitun. Hal ini berakibat perekonomian Palestina terpuruk. Pengepungan ini sudah dinubuwatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

"Hampir tiba masanya tidak dibolehkan masuk (embargo) kepada penduduk Iraq meski hanya satu qafiz makanan dan satu dirham," Kami bertanya dari mana larangan itu? Beliau menjawab: "Dari orang-orang asing yang melarangnya." Kemudian berkata lagi: "Hampir tiba masanya tidak diperbolehkan masuk (blokade) kepada penduduk Syam (Palestina) meski hanya satu dinar dan satu mud makanan." Kami bertanya: "Dari mana larangan itu? Beliau menjawab: Dari orang-orang Romawi" (HR. Muslim).

Siapa dan kekuatan mana yang mampu menghancurkan Israel? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan:

“Akan muncul dari Khurasan (Afghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (al-Quds)“ (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).

Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana:

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi” (HR. Ahmad)

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia” [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya (2922)].


Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Fathul Bari (6/610)].

Wallahu a’lam.

Pelajaran bagi Kaum Muslimin




Pengantar

Kebrutalan yang dilakukan Zionis Israel terhadap awak kapal laut Marvi Marmara menunjukkan kepada kita bahwa Umat Islam saat ini benar-benar sangat lemah. Sekadar untuk mendapatkan bantuan makanan dan obat-obatanpun, kaum Musliman Palestina tidak diperbolehkan. Kejadian brutal seperti ini sudah berulang kali terjadi.

Zionis tidak takut lagi dengan kebesaran Islam, karena sadar bahwa raksasa itu tengah tertidur. Mereka tahu, Sistem Nation State yang diterapkan di negeri-negeri Muslim ampuh menjadi penghalang umat Islam membantu saudaranya. Zionis tahu, meskipun mereka telah melakukan tindakan biadab apapun, seperti menghadang rombongan Freedom Frotilla to Gaza (ke Palestina), para penguasa Muslim tidak akan berani mengirimkan tentaranya untuk menyerbu.

Zionis paham, PBB tidak mungkin berani macam-macam, karena mereka punya sahabat sejati, yakni Negeri Paman Sam (AS), yang siap memveto keputusan apapun dari PBB yang merugikan Negara Israel. Lagi pula PBB yang dulu mengesahkan berdirinya Negara Israel melalui resolusinya.

Penjara Besar

Ada hal yang perlu diketahui oleh umat Islam, bahwa saat ini ada penjara besar yang mengkerangkeng mereka, dan itu telah membatasi semua gerak yang seharusnya dapat diterabas:

1) Adanya sistem jahiliyah, salah satunya adalah sistem Nation State
2) Adanya penguasa yang lebih takut sama Amerika Serikat daripada takut kepada Allah.
3) Adanya PBB yang menjadi alat untuk menguasai negeri-negeri Islam.

Saat ini, tidak ada satupun negeri-negeri Islam yang mengirimkan tentaranya guna membantu saudara mereka di negeri lain dengan alasan tidak ada instruksi dari PBB.

Persoalan Palestina adalah persoalan saudara Muslim kita yang ada di belahan bumi ini. Di Iraq, Amerika dengan pongahnya menumpahkan darah ribuan kaum muslim, dengan alasan mencari senjata pemusnah masal yang tidak terbukti kebenarannya. Di Afghanistan sampai saat ini AS belum mau menarik pasukkanya, bahkan baru saja menambah sebanyak 30 000 pasukan bersenjata.Tapi aneh, dunia memberikan Nobel perdamaian kepada Obama, sang komando perang itu.

Berikutnya, Paman Sam saat ini berusaha mencoba menancapkan pengaruhnya di Yaman, Pakistan, Bangladesh, langsung maupun lewat tentara bayaran (Blackwater). Nasib serupa juga menimpa umat Islam di negeri minoritas Muslim, seperti Cina, Philippina dan negri lain yang mendapatkan perlakuan tidak semestinya. Di negeri kita tercinta ini, kisahnya sedikit berbeda: Saat ini kita dijajah secara nonfisik.

Harus Ada Usaha Berkesinambungan

Setiap Muslim harus berusaha merobohkan penjara besar itu, dengan berjuang mengganti sistem jahiliyah, semisal Nation State, dengan sistem Islam. Kepala negaranya adalah seorang Khalifah yang tidak takut lagi sama Amerika, tidak peduli lagi dengan instruksi maupun sanksi PBB. Sang Khalifah berkewajiban melindungi seluruh kaum Muslimin. Tugas dan fungsi Khalifah adalah pengatur atau pemelihara urusan umat, menjaga dan melindungi mereka.

“Dan seorang Imam (Kepala Negara) adalah laksana penggembala, dan ia bertanggungjawab terhadap urusan rakyatnya” (HR. Bukhari).

"Sesungguhnya Imam itu adalah laksana perisai, benteng bagi orang-orang akan berperang di belakangnya dan menjadikannya sebagai pelindung" (HR. Muslim).


Dalam sejarah kaum Muslimin, banyak contoh yang pernah dilakukan oleh seorang Khalifah. Satu contoh yang terkenal adalah seperti yang dilakukan oleh Khalifah Al-Mu’tashim Billah, tatkala seorang wanita di kota Ammuriah (letaknya antara Iraq dan wilayah Syam) berteriak minta tolong karena kehormatannya akan dinodai oleh seorang pembesar Romawi:

"Di mana engkau, wahai Mu’tashim?"

Tak lama setelah berita teriakan wanita itu sampai ke telinga Khalifah, ia segera memberikan bantuan dengan mengerahkan pasukan kaum Muslimin yang ujung barisannya berada di kota Ammuriah, sedangkan ekornya berada di kota Baghad Iraq.

Khalifah yang merupakan imam pemimpin Negara Khilafah juga melindungi seluruh warga yang Nonmuslim (kafir dzimmi). Setiap warga Negara yang memiliki kewarganegaraan Islam adalah rakyat Negara Khilafah, sehingga wajib memelihara mereka seluruhnya.

Saat ini bagi pengemban dakwah dan seluruh kaum Muslimin, memang wajib berusaha terus menerus dan berkesinambungan untuk mewujudkan sebuah pemerintahan bagi kaum Muslimin sedunia. Kita tidak ingin melihat ada kapal laut lainnya yang ditembaki oleh Zionis. Kita tidak ingin melihat kaum Muslimin dibunuhi di Palestinan, Irak, Afghanistas, Philippina, Thailad, Burma, Chehnya, Bosnia-Herzhegovina, dan di belahan bumi manapun. Kita tidak ingin lagi melihat kaum Muslimin menjadi korban kebiadaban dan kezdaliman di manapun mereka berada.

Penutup

Telah 2 (dua) tahun Zionis Israel Laknatullah itu memblokade Gaza. Namun negeri kaum Muslimin mana yang telah berteriak menghardik Zionis Israel, atau, yang mengirimkan tentaranya untuk melawannya.

Jawabannya: Tidak ada dan tidak akan pernah ada. Bagaimana dengan Indonesia? Entahlah. Apa mungkin kita dan negeri-negeri itu takut kepada tuannya yang memang sekutunya Zionis?

Mundurnya Wartawan Senior Gedung Putih

“Bangsa Yahudi harus keluar dari Palestina dan pulang ke kampung halaman mereka di Polandia, Jerman, Amerika Serikat, dan tempat-tempat lainnya”.



WASHINGTON – Wartawan senior Gedung Putih, Helen Thomas, 89, Senin (7/6) akhirnya menyatakan pensiun setelah muncul kecaman dari berbagai pihak atas komentarnya mengenai bangsa Yahudi.

Helen Thomas, adalah wartawan senior Gedung Putih yang dikenal sangat kritis dan vokal di antara para wartawan Gedung Putih. Ia mengecam keras Israel yang masih tetap menduduki Palestina.

“Bangsa Yahudi harus keluar dari Palestina dan pulang ke kampung halaman mereka di Polandia, Jerman,Amerika, dan tempat-tempat lainnya,” ujar Helen dalam sebuah rekaman video. Pernyataan Helen itu direkam oleh David Nesenoff, seorang rabi yang berkunjung ke Gedung Putih saat ada acara kebudayaan Yahudi, 27 Mei lalu.

“Saya kenali dia dan saya pikir pernyataannya itu menarik sekali. Lalu saya menjelaskan mengapa kami berada di sana dan saya mengajukan pertanyaan kepada orang orang mengenai Israel. Namun saya tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulutnya. Saya terkejut dan juga tersinggung”, ujar Nesenoff, seperti dikutip New YorkTimes kemarin.

Sejak menjadi wartawan Gedung Putih pada masa Presiden John F Kennedy, Helen dikenal memang kritis dan cenderung suka mengeluarkan opininya. Kursinya di barisan depan ruang jumpa pers Gedung Putih. Kursinya khusus memiliki plakat dengan nama Helen Thomas yang tidak bisa duduki oleh orang lain.

Rabu, 21 Juli 2010

Boikot Zionis Yahudi

Produk dan yang Terkait dengan Bangsa Terkutuk Itu



Para ulama Hamas, Al Ikhwanul Muslimin dan berbagai organisasi perjuangan Muslimin di Timur Tengah telah menyerukan boikot terhadap produk-produk yang mendukung negara Zionis Israel. Syeikh Yusuf Qardhawi telah mengeluarkan fatwa yang sangat rinci mengenai seruan ini. Usai memimpin shalat Jum’at di Masjid Umar, Qatar, beliau naik ke mimbar dan mengeluarkan fatwa boikot produk pendukung Zionis-Israel,

“Tiap-tiap riyal, dirham, dan sebagainya, yang digunakan untuk membeli produk dan barang Israel atau Amerika Serikat, dengan cepat akan menjelma menjadi peluru-peluru yang merobek dan membunuhi pemuda dan bocah-bocah Palestina. Sebab itu, diharamkan bagi umat Islam membeli barang-barang atau produk musuh-musuh Islam tersebut. Membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam di belahan dunia lainnya...”

Apakah aksi boikot ini berarti tidak mengkonsumsi atau tidak menggunakan produk-produk di atas? Bukan. Maksud boikot ini adalah tidak membelanjakan uang, bukan melarang mengkonsumsi atau menggunakan produknya.

Jubilee Awards

Menurut situs internet Virtual Israel pada 14 Oktober 1998, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu menganugerahkan penghargaan tertinggi dari "Negara Israel" kepada sekelompok tokoh pebisnis internasional. Jubilee Awards nama penghargaan itu, menandai hari ulang tahun negara Zionis itu yang ke-50. Tujuannya untuk menghargai tokoh-tokoh dan perusahaan itu atas usaha terbaik mereka memperkuat ekonomi Israel, melalui penanaman modal dan hubungan dagang.

Di antara yang menerima penghargaan itu adalah sebagai berikut:

Harry Stonecipher dari perusahaan industri pesawat terbang Boeing
Dr. Ferdinand Piech dari perusahaan mobil Jerman Volkswagen AG
Sir Richard Greenbury dari perusahaan retail Marks & Spencer
Nicholas Frank Oppenheimer dari perusahaan berlian De Beers Consolidated Mines Ltd
Peter Brabeck-Letmathe dari perusahaan susu dan makanan Nestle S.A.
Franck Riboud dari perusahaan makanan dan minuman Danone
Richard H. Brown Esq dari perusahaan telekomunikasi Cable & Wireless
Christopher C. Galvin dari perusahaan telekomunikasi Motorolla Inc.
Ted Leonsis dari perusahaan sistem komputer dan internet AOL studios
Dr. Heinrich Von Pierer dari perusahaan telekomunikasi Siemens
Pascal Castres dari perusahaan kosmetika St Martin L'Oreal
Roger S. Fine perusahaan produk kebutuhan bayi dan balita Johnson & Johnson
Lucien Nessim perusahaan pakaian dan makanan Sara Lee
Robert P. Van der Merwe dari perusahaan kebutuhan rumah tangga Kimberley-Clarke (Eropa)

Berikut ini adalah daftar produk-produk Zionis Yahudi yang telah kami dapat dari NRNTA Project Indonesia dan INMINDS INTERNATIONAL :

Soft Drink & Ice Cream:

COCA-COLA, FANTA, FRESH TEA, SUNKIST, SPRITE, Braums Ice Cream, PICKWICK (Teh, yang juga diproduksi oleh PTP. Nusantara VIII, Gunung Mas Bogor),

Mobile Phone, Internet, TV Cable, Elektronika, Komputer & Asesoris:

NOKIA, MOTOROLA, SIEMENS, BENQ, INDOSAT, MENTARI, MATRIX, IM3, IM2, STAR TV, AOL (AMERICAN ONLINE), INTEL, MICROSOFT, APPLE COMPUTER, HP (HAWLET PACKARD), AT&T, CABLE & WIRELESS, CBN, CBS,HBO, SONY DDS, ICQ (Anak perusahaan Time Warner. ICQ awalnya dikembangkan oleh perusahaan Israel Mirabilis), DPO (produk Tekstronik), SANEX, MERIT, WESTELL, VIACOM, CREATIVE, SOUND BLASTER, TORCHE, WALMART, AT & T, LUCIFER (Lampu), DIM (Elektronik), MAXWELL (Elektronik), AON (Elektronik, di Indonesia produknya dipakai oleh system pengamanan CISCO), PITTWAY (Sistem alarm keamanan), ARIEL (Elektronik pengamanan), DELCO (Elektronik), FACEBOOK.

Susu, Susu Formula, Makanan & Minuman Ringan & Paoduk Bayi:

NESTLE, DANCOW, MILO, KOKO CRUNCH, DANONE, NABISCO, NIDO, SARA LEE, AQUA, DOLE, SARA LEE, DONWE EGBENS, JHONSON & JHONSON, HUGGIES, PAMPERS,

Entertainment, Arena Bermain & Rekreasi:

WALT DISNEY, TOYS R US, HOLLYWOOD, PARAMOUNT PICTURE, COLUMBIA PICTURE, STARTREK, DEWA 19 (Indonesia), PYRAMID (Produksi Tenda),

Produk Rumah Tangga, Pasar Swalayan & Café:

CARREFOUR, STARBUCKS, MCDONALDS, KENTUCKY FRIED CHICKEN, A&W, BURGER KING, ARBYS, P & G, SUAVE (Salah satunya produknya berasal dari Unilever AS), Mark & Spencer, SNAKE ORDERTRUST, PILAO (Cofee) Café (Brazil), MAISON CAFE, CHAMPIONS, KIMBERLEY-CLARKE (Kleenex, Scott, Huggies, Pull-Ups, Kotex, Andrex /Tissue), COMET (Keperluan rumah tangga, Cairan Pembersih),

Hotel Berbintang:

(GRAND) HYATT, JW. MARRIOT, SHERATON, DAYS INN,

Fashion, kosmetika & Lifestyle:

HUGO BOSS, LEVI’S,WRANGLER, KIWI, SANEX, SARA LEE, AMEX (AMERICAN EXPRESS), MARKS & SPENCER, ESTEE LAUDER, L’OREAL, TOMMY HILFINGER, DKNY, REVLON, AMBI PUR, LEGGS, LUCENT (Kacamata), WONDERBRA (Pakaian dalam wanita), GOSSARD (Pakaian wanita), NUR DIE (Asesories pakaian dalam wanita), HANES (Pakaian), PLANTEX (Keperluan kaum wanita), CLINIQUE, DANZIGER (Alas /tempat tidur), CRAIN’S (Kosmetik, yang juga memproduksi Avon), DE BEERS (Perusahaan perhiasan dan permata), ORIGINS (Tidak diperoleh keterangan), ARAMIS (Parfum & Kosmetik), BALI (Asesories dan Perhiasan wanita).

Automotif & Pesawat Terbang:

BOEING, DAIMLER,CHRYSLER, MERCEDES, VOLKSWAGEN, JAGUAR, DODGE, ALFA ROMEO, GM FORD, CADILLAC, BENSON (Helikopter & Skutermatik), HARLEY DAVIDSON, BISSELL (Elektronik Pembersih Rumah Tangga), SATURN(US),

Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi:

EXXON, CHEVRON, TEXACO, SHELL, UNO CALL (Eksplorasi Lepas Pantai), CITGO (Pengolahan Minyak Bumi dan Gas),

Rokok:

MALBORO, L & M (Altria Group, Inc, sebelumnya dikenal sebagai Philip Morris Companies, Inc),

Trading & Company:

AMERITRADE, ALCOA (Produksi Alumunium), VAULT (Industri Kertas), LOVABLE (Mainan anak-anak), PICKWICK (Kertas karton, kemasan), AUTER BANKS (Tekstil), SUPENOR (Rekayasa Sistem), CLAREMONT (Jasa Cargo),

Olahraga:

CHICAGO BULLS, ARSENAL FC,

Organisasi Sosial:

LIONS CLUB, ROTARY CLUB, LUCIFER, BBB (Better Business Bureau) COMPANY (Memfasilitasi bisnis dan kepentingan hokum.

Link (Situs) Barcode Produk Zionis Israel & Cerita tentang Dunia Islam

Semua produk bangsa terkutuk itu memiliki Barcode berawalan angka 729 (7290). Untuk lebih jelasnya, di bawah ini, ada link tentang Barcode produk Zionis Israel dan cerita tentang perkembangan Islam di berbagai negara:

http://au.messages.yahoo.com/news/top-stories/1337559/
http://www.gs1.org/barcodes/support/prefix_list
http://www.judaicawebstore.com/
http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.php
http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.html
http://www.dailymuslims.com/Opinion/Boycott_Israeli_and_Denmark_Products_Barcode_Tip.html
http://www.petitiononline.com/plo2002/petition.html
http://www.gimmetruth.wordpress.com/
http://www.astiak.co.uk/
http://www.politikglobal.blogspot.com/
http://www.livefromoccupiedpalestine/.
http://www.palestinemonitor.org/
http://www.rossee.100webspace.net/
http://www.missionislam.com/
http://www.arschloch.ch/
http://www.swaramuslim.net/
http://www.turntoislam.com/
http://www.smokingmirrors.blogspot.com/
http://www.humanlink.wordpress.com/
http://www.indymedia.ie/

20 situs yang Pro Zionis Israel

• Shimshon 9.
• American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) is "the most important organization affecting America's relationship with Israel", says the New York Times. They are right. Wealthy, powerful and ruthless, AIPAC is key to Israel's dominance over US politics and politicians.
• Eye on the Post is organising a boycott of the Washington Post for what is claimed to be pro-Palestinian bias.
• The Israel Export and International Cooperation Institute - Your gateway to business and economy in Israel. Succeed in commercial ventures with Israeli companies and in the Israeli marketplace!
• HonestReporting - "is a fast-action website dedicated to ensuring that Israel receives fair media coverage. We scrutinize the media for anti-Israel bias, and then mobilize subscribers to complain directly to the news agency concerned. Our e-mail list has over 50,000 members worldwide, and is growing daily." So watch out!
• Media accuracy - You cowards. How dare you deem the settlements as "illegal". It is rightfully our land, which they stole from us. You weren't even brave enough to put contact information on your website, so this is how i'm contacting you. I like how you try to cloak your blatant anti-semitic views behind this horrible website, set up as "an educational resource". If anyone needs to be taught something it ought to be you. "War crimes"? "Human rights"? Please. Can you honestly justify homicide bombings? Killing hundreds of thousands of innocent civilians hardly compares living on land, that was theirs to begin with.
• UK Broadcasters, ever wonder how a rude word about Israel produces a torrent of complaints and abuse? The British Israel Group might have something to do with it.
• Israeli Victims of Arab Terror is a graphic reminder that both sides, Israelis as well as Palestinians, suffer in the violence. This is a photographic compendium of the Israeli victims of shootings and bombings.
• "Stand By Israel in its hour of need!" This is a reverse-boycott site, trying to persuade people to support Israel economically and politically. many links to other pro-Israel sites.
• Jerusalem Centre for Public Affairs - "an independent, non-profit institute for policy research and education serving Israel and the Jewish people since 1976." Strongly right-wing Zionist news and views.
• The US anti-boycott laws are a key part of that country's support of Israel. The US Bureau of Industry and Security will penalize companies and individuals that support or participate in a boycott of Israeli products.
• Fine Foods Israel promotes Israeli produce in the US. For Boycotters, it's a great guide on what brands and companies to avoid.
• MEMRI - the Middle East Media Research Institute, carries translations of offending articles in the Arabic media.

Perhatian dan Kepedulian

Semua orang punya. Mengabaikannya berarti mengabaikan potensi, mengombang-ambing diri, mengabaikan orang dan lingkungan, bahkan mengabaikan semua hal penting. Ia adalah “perhatian” dan “kepedulian”.

Perhatian adalah proses sadar atas sejumlah informasi yang melewati penginderaan, ingatan maupun proses kognitif. Proses ini membantu efisiensi penggunaan sumberdaya mental yang terbatas, dan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsangan tertentu.

Banyak orang tidak mau dan tidak mampu mengendalikan perhatiannya. Perhatiannya ditentukan oleh kondisi luar, bisa kontras dan mengagetkan, dan berasal dari lingkungan atau kondisi diri.

Ada orang yang harus diperhatikan terus. Ini tidak baik karena menghilangkan focus perhatian. Hal terpenting adalah bagaimana kita mengendalikan perhatian untuk mendukung apa yang kita inginkan, harus sadar mengarahkan fokus pikiran kepada hal yang memang diperlukan. Perhatikan hal-hal di bawah ini yang bila kita mengabaikan perhatian dan kepedulian itu:

1. Egoisme muncul dari kurang (tanpa) perhatian. Tidak ada rasa ukhuwwah.
2. Rendah diri pertanda kurang perhatian pada potensi diri, dan negative thinking.
3. Anak-anak broken home merasa kurang perhatian dari orang tua.
4. Seseorang mengabaikan (tidak perhatian) terhadap bakat luar biasanya.

Jadi, sesuatu ada atau tidak, itu tergantung “perhatian” kita. Tanpa perhatian, ia bisa jadi tidak ada dan tidak akan memberikan manfaat. Orang yang suka bersyukur adalah orang punya perhatian dan peduli dengan nikmat yang diperolehnya dari Tuhannya. Tentu saja, perhatian dan kepedulian itu akan mempengaruhi perolehan kita: Semakin besar rasa perhatian dan kepedulian yang kita luangkan akan semakin besar pula hasil perolehan dalam kehidupan kita.

Kolektifitas kepedulian dan perhatian yang kita coba curahkan kepada saudara Palestina kita, yang sudah 2 (dua) tahun diblokade oleh Bangsa Terkutuk itu (Zionis Israel), maka paling tidak akan ada gaungnya yang bisa membuat Bangsa Yahudi itu berfikir ulang dan segera membuka blockade itu. Hayo, munculkan perhatian dan kepedulian itu. Besar kecilnya bukan masalah yang perlu diperdebatkan, tetapi ada niatkah kita mengecam perilaku biadab Yahudi yang membunuhi, mengintimidasi, mengusir, menggusur, merampas tanah-tanah milik warga Palestina itu?

Gunakan Kata Yahudi bagi Bangsa Terkutuk Itu

Pengantar

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه.
أمّا بعد :

Ada fenomena penggunaan nama Negara Yahudi yang dimurkai Allah dengan nama Israel. Kemudian, tidak ada satu orangpun yang menolak penggunaan nama tersebut. Padahal menggunakan nama Israel itu telah merendahkan kemuliaan seorang rasul, yaitu Ya’qub ‘alaihish sholaatu was salam. Allah telah memujinya beserta dua ayah mereka (yang mulia) yaitu Ibrahim dan Ishaq. Itu tertera dalam kitabNya yang mulia:

واذكر عبادنا إبراهيم وإسحاق ويعقوب أولي الأيدي والأبصار. إنا أخلصناهم بخالصة ذكرى الدار. وإنهم عندنا لمن المصطفين الأخيار

“Dan ingatlah (kepada) hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik” (AQ Shod : 45-47).

Kedudukan mulia sebagai Rasul di dalam Islam, lalu bagaimana mungkin dilekatkan nama Israel pada mereka?

Sebaiknya Nama Apa?

Kebanyakan kaum muslimin menggunakan nama itu dalam bentuk kecaman, celaan, atau perasaan apa saja terhadap Negara (Yahudi) itu, karena bangsa tersebut telah melakukan ini dan itu. Namun perlu disadari, kebanyakan umat ini tidak tahu nama apa sebaiknya disematkan kepada bangsa terkutuk itu.

Tidak boleh dan justru malah memuliakan bangsa terkutuk itu bila menggunakan nama Israel. Sebaiknya kaum Muslimin mulai sekarang tidak menggunakan nama Israel untuk disematkan sebagai nama Negara bangsa terkutuk itu. Carilah nama lain yang bisa menghinakan dan sekaligus mengutuk mereka.

Lebih dari itu, negara terkutuk itu telah berbuat makar besar, yaitu menegakkan negara di tengah negeri kaum muslimin dengan atas nama warisan Nabi Ibrahim dengan nama Israel. Bangsa biadab itu telah membuat makar besar dengan menamakan Negara Zionisnya dengan nama Negara Israel.

Nama Israel itu telah meluas dipakai, bukan saja oleh orang awam, bahkan oleh cendikiawan. Mereka menyebutkan Negara Israel dalam tulisan-tulisan mereka di koran, majalah dan pembicaraan, dalam bentuk berita, celaan dan laknat. Semua itu terjadi di tengah kaum muslimin, dan tidak ada yang mengingkari atau membantahnya atas penggunaan nama tersebut.

Nama Yahudi lebih baik digunakan ketimbang nama Israel. Nama Israel itu nama yang mulia, diberikan Allah SWT. Sedangkan nama Yahudi adalah nama yang diberikan Allah SWT (di dalam Al Qur’aan) untuk mencelanya serta melaknat mereka, serta menceritakan kepada kita kemurkaan yang ditimpakanNya kepada mereka.

Nama Yahudi hanya pantas disematkan sebagai “Orang-orang yang kafir dari Bani Israil”. Tidak pantas kata Yahudi disandingkan dengan nama Israel, apalagi disandingkan dengan nama nabi dari bani Israil yang mulia, yakni Nabi Ya’qub putra yang mulia, Ishaq putra yang mulia, Ibrahim Kholilullah ‘alaihimush sholaatu was salaam!

Selain itu, camkanlah bahwa orang Yahudi tidak punya hubungan keagamaan apapun dengan Nabiyullah Israil (Ya’qub ‘alaihis salam) dan tidak pula dengan Ibrahim Kholilullah ‘alaihis sholatu was salam! Mereka tidak punya hak mewarisi kedua nabi tersebut dalam hal keagamaan. Itu kekhususan bagi orang-orang yang beriman.

إن أولى الناس بإبراهيم للذين اتبعوه وهذا النبي والذين آمنوا والله ولي المؤمنين

“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman” (QS Ali Imron : 68).

Allah Ta’ala juga berfirman bahwa Kholil-Nya Ibrahim berlepas diri dari Yahudi dan Nashrani serta orang-orang musyrikin:

ما كان إبراهيم يهودياً و لا نصرانياً ولكن كان حنيفاً مسلماً وما كان من المشركين

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nashrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik” (QS Ali Imron : 67).

Yahudi itu Musuh Allah dan Kaum Muslimin


Yahudi memang keturunan Ibrahim dan Israil, tetapi Yahudi telah menjadi musuh Allah dan musuh RasulNya, yang berarti musuh Nabi Muhamad Saw, Ibrahim As dan Israil. Mereka yang mulia itu meyakini bahwa tidak mewariskan apapun kepada musuh-musuh mereka dari orang-orang kafir, baik itu Yahudi atau Nashrani atau orang-orang musyrik Arab.

Sesungguhnya manusia yang paling berhak terhadap Ibrahim As dan seluruh nabiyullah itu adalah orang Islam yang beriman dengan mereka, mencintai mereka dan memuliakan mereka, dan beriman dengan apa yang diturunkan kepada mereka dari kitab-kitab dan shohifah. Mereka menganggap itu adalah bagian dari agama mereka, pewaris para nabi, dan manusia yang paling berhak terhadap para nabi!

Bumi Allah SWT hanya diperuntukkan bagi hamba-hambaNya yang beriman kepadaNya dan kepada para rasul yang mulia. Allah Ta’ala berfirman,

ولقد كتبنا في الزبور من بعد الذكر أن الأرض يرثها عبادي الصالحون

“Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai bagi hamba-hambaKu yang saleh” (QS Al Anbiya’ : 105).

Dengan demikian, musuh para nabi tidak berhak menjadi pewaris bumi, terutama Yahudi, di dunia ini dan bagi mereka azab di akhirat yang kekal!

Kaum Muslimin menerima propaganda Yahudi yang mengatakan bahwa mereka adalah pewaris bumi Palestina, dan terus mencari Haikal Nabi Sulaiman, yang mereka sendiri mengkafirkanya serta menuduhnya dengan tuduhan-tuduhan yang buruk. Mereka adalah orang-orang yang paling memusuhi Nabi Sulaiman dan nabi yang lainnya dari nabi-nabi Bani Israil. Allah Ta’ala berfirman,

أفكلما جاءكم رسول بما لا تهوى أنفسكم استكبرتم ففريقاً كذبتم وفريقاً تقتلون

“Apakah Setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong diri? Maka, beberapa orang (di antara mereka) yang kamu dustakan dan beberapa orang (yang lainnya) yang kamu bunuh?” (QS Al Baqarah : 87).

Bagaimana bisa sebagian Kaum Muslimin menerima propaganda batil ini?! Lalu menamai mereka dengan Israil dan Negara Israel!

Kaum Muslimin hendaknya tetap berpegang kepada akidah dan manhaj Islam dari Kitab Robb mereka dan sunnah Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama, serta apa-apa yang dahulu Rasul shollallahu ‘alaihi wasallama dan para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan tabi’in yang terpilih serta imam-imam petunjuk dan agama Islam. Inilah cara dan sarana paling besar bagi Kaum Muslimin untuk meraih kemenangan atas musuh-musuh mereka dan untuk kemulian serta kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat!

Hendaklah mereka membersihkan diri mereka dari hawa nafsu, bid’ah-bid’ah, fanatisme kepada kebatilan dan ahlinya. Kemudian berusaha dengan sungguh-sungguh mempersiapkan secara materi yaitu berupa persenjataan dengan berbagai bentuknya, beserta berbagai penunjang lainnya, pelatihan militer, sebagaimana Allah dan RasulNya memerintahkan itu.

وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو الله وعدوكم

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu” (QS Al Anfal : 60).

Kekuatan seperti itu (dari semua jenis persenjataan) mencakup semua kekuatan yang membuat musuh takut. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda,

“Ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah”.

Memanah itu mencakup segala senjata yang dilemparkan (atau ditembakkan), semua itu wajib dimiliki bisa dengan diproduksi sendiri atau dengan membeli atau dengan cara-cara lainya!

Penutup:
Sekali Lagi, Jangan Gunakan Nama Israel Bagi Bangsa Terkutuk Itu

Penggunaan nama nabi yang mulia ini untuk Negara keji, umat yang dimurkai dan umat pendusta, sebagaimana dikatakan dalam pemberitaan tentang mereka dan dalam mencela mereka: “Israel dan Negara Israil”. Ini menjadi seolah-olah bahasa Islam dan Arab yang luas menjadi sempit? Apakah perbuatan ini membuat Allah atau RasulNya shollallahu ‘alaihi wa sallama ridho? Kalau nabiyullah Israil hidup, apakah ia ridho? Celaan yang mereka tujukan kepada Yahudi dengan memakai nama Nabi Israil itu sudah tepat atau malah menghinakan diri? Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu ia berkata,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ألا تعجبون كيف يصرف الله عني شتم قريش ولعنهم يشتمون مذمماً ويلعنون مذمماً وأنا محمد”

“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Tidakkah kalian heran bagaimana Allah mengalihkan dariku celaan Quraisy dan laknat mereka? Mereka mencela dan melaknat orang yang tercela sedangkan aku adalah Muhamad (yang terpuji)?” (HR. Ahmad dan Al Bukhari di Shohihnya (no.3533; dan An Nasai).

Karena itu, mencela mereka dengan memakai nama Israel, itu sama artinya menghinakan nama para Nabiyullah Isrrail. Ingatlah pula bahwa Yahudi itu telah dilaknat Allah, menjadi musuhNya. Jika ada yang mengatakan bahwa penamaan seperti ini ada di dalam kitab Taurah, maka jawabannya adalah:

Itu adalah bagian dari berbagai penyelewengan ahli kitab. Allah menjadi saksi atas mereka yang telah menyelewengkan Al Kitab dengan tangan-tangan mereka, kemudian mereka mengatakan ini adalah dari sisi Allah. Bahkan di dalam Taurah yang telah diselewengkan itu ada tuduhan kufur kepada nabi-nabi Allah serta perbuatan-perbuatan keji yang dituduhkan kepada Nabi Allah itu,. Karena itu, bagaimana mungkin hal tersebut bisa dijadikan sandaran terhadap apa-apa yang terdapat di dalam kitab-kitab mereka?

Mari mulai dari sekarang jangan menggunakan nama Israel bagi negara terkutuk itu. Jangan katakan Zionis Israel, tetapi katakana Zionis Biadab, Zionis bangsa terkutuk, atau Yahudi Zionis laknatullah. Jangan gunakan nama Israel yang membuat mereka menjadi mulia. Kutuklah mereka dalam setiap ada kesempatan. Kutuklah mereka dalam setiap doa di sujud sholatmu.

Kita mohon kepada Allah SWT agar melimpahkan taufikNya untuk seluruh Kaum Muslimin kepada apa-apa yang dicintai dan diridhoiNya.

AS Pasti (Akan) Hancur

(Ramalan Prof. Igor Panarin, Ahli Politik Luar Negeri Rusia)



Seorang professor politik luar negeri dari Rusia yang bernama Igor Panarin memprediksikan kejatuhan Amerika Serikat paling lambat 2009. Hasil prediksinya bukan karena rasa emosinya terhadap Amerika Serikat melainkan melalui analisa yang telah dilakukannya. Ia mendapat dukungan dari data-data dari lembaga Federal Agency of Government Communication and Information (FAGCI). Lembaga ini setara dengan NSA (National Security Act ) di Amerika Serikat.

Dalam analisanya, Panarin menyebutkan Amerika akan tercerai berai menjadi enam negara baru seperti Republik Texas, Republik Alaska, Republik California, Republik Amerika Tengah-Utara yang terdiri dari Canada, Negara bagian di utara Amerika dan Atlantik Amerika yang teridiri dari. Negara tersebut akan tunduk dengan kekuatan dari negara lain seperti Alaska akan cenderung dibawah pengaruh Rusia.

Tentu saja analisa yang dipublikasikan Panarin menjadi bahan lelucon bagi penduduk Amerika Serikat. Ketika saya browsing di Youtube, banyak video tandingan yang mencemooh analisa Igor Panarin. Juru bicara senat Amerika, Dana Perino, menyebutkan analisa Panarin sangat kompleks dan rumit. Namun saya sendiri tidak bisa menganggap ini sebagai lelucon. Ini suatu studi ilmiah yang patut juga untuk diakui.

Saya menilai bahwa analisa Igor Panarin bukanlah pepesan kosong atau mau mencari sensasi. Faktor-faktor untuk yang mendukung kehancuran Amerika Serikat sudah terlihat begitu kasat mata. Alamarhum Jendral ZA Maulani dalam bukunya menyebutkan bahwa abad ini adalah abad kehancuran dari Amerika Serikat. Bahkan beliau berani menilai sebelum adanya krisis kuangan global Amerika.

Dengan adanya krisis ekonomi di Amerika bukan tidak mungkin Amerika dapat bangkrut. Kita tahu suntikan bailout sebesar USD 700 Milyar terhadap perusahaan asuransi terbesar Amerika AIG tidaklah berdampak positif bagi perekonomian Amerika serikat. Kini perusahaan automotif Ameika diambang kebangkrutan. Bayangkan raja otomotif Amerika Serikat Seperti Ford, Daimler Chrysler dan General motor (dua perusahaan otomotif milik Yahudi) yang sudah hidup lebih seabad akan bangkrut. Lalu bagaimana dengan perusahaan-perusahaan kecil di Amerika Serikat? Pemerintah Amerika Serikat baru berencana memberi bantuan 3 Milyar dollar. Tentu jumlah ini tidak sebanding dengan bailout AIG.

Ini baru sekedar ramalan. Bisa jadi Sarah Palin di ujung Alaska sana bisa jadi mempunyai hasrat untuk menjadi presiden. Bukan tidak mungkin kalau ada kesempatan ia akan memerdekakan Alaska terlebih jika Rusia mendukungnya. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.

Faktor yang tidak bisa diremehkan adalah kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah. Kita tahu sokongan AS terhadap Israel sungguh menyakitkan hati rakyat Arab dan masyarakat Islam. Siapapun yang masih mengaku sebagai Muslim yang baik pasti menginginkan Amerika Serikat hancur.

Amerika serikat mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memerangi Thaliban dan pejuang Iraq. Hingga kini Amerika tidak nyaman tinggal di dua daerah tersebut. Bisa jadi Amerika Serikat akan mundur dari Afghanistan dan dengan muka tertunduk sama seperti Rusia. Rusia setelah beberapa tahun mundur dari Afgahnistan mengalami perpecahan ke dalam beberapa negara.

Jika analisa ini benar dan sebagai Muslim yang baik kita berharap yang benar, maka kita harus mempersiapkan diri untuk menyongsong terbitnya cahaya islam. Kita juga berdo'a moga-moga bangsa Palestina akan terbebas dari kezholiman bangsa Yahudi keparat itu. Ya Rabb al-'Alamin Allahumma amin.

Kualitas Pemimpin Itu Tergantung Nyalinya

Pengantar

Dalam sejarah Islam, ada seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba yang masuk Islam, tetapi dia mengacak-ngacak Islam dengan trik-triknya. Karena ulah Saba ini maka lahirlah ajaran /mazhab Syiah. Dari sinilah bermula Syiah lahir, akibat trik-trik Abdullah Ibnu Saba, kenapa sekarang Syiahlah yang paling berani menentang Israel? Bandingkan dengan Arab Saudi yang mayoritas Sunni, bahkan ulama Saudi mengharamkan bagi Muslim yang membantu perjuangan Palestina dan Hizbullah.

Pemimpin dari golongan Syiah (Iran; bahkan Presidennya) patut menjadi tauladan bagi Muslim di seluruh dunia. Mereka hidup dengan kesederhanaan. Bandingkan dengan Raja-raja Arab Saudi yang hidup dengan kemewahan. Apakah patut mencontoh perilaku ulama yang berlindung di balik penguasa yang tidak Islami?

Terkadang Islam itu bisa dilihat dari para pemimpinnya, tetapi yang menjalankan aturan Islam. Kalau kita mau fair, apakah Islam itu dijalankan dengan benar, maka lihat pemimpinnya. Jika pemimpinnya sederhana hidupnya, maka di situlah letak kebenaran Islam yang sesungguhnya.

Bukan Letak di Syiahnya atau Sunninya

Sebaiknya kita tidak terjebak dengan isu Syiah-Sunni dalam masalah yang sedang kita hadapi sekarang ini. Adanya Abdullah bin Saba’ adalah urusan sejarah, tidak ada kaitannya dengan keberadaan Muslim Syiah dan Sunni di masa sekarang.

Abdulah bin Saba’ memang tokoh yang telah memporak-porandakan sejarah Islam. Bukti-bukti otentiknya terlalu banyak untuk disebutkan. Akan tetapi kalau kita mengungkap adanya tokoh ini, bukan berarti kita harus menghidupkan permusuhan antara kedua kekuatan umat Islam dewasa ini. Beda antara Syiah dan Sunni bukan terletak pada Abdullah bin Saba’ semata.

Apa yang sekarang dicapai oleh Hizbullah di Libanon, atau kegagahan pemimpin Iran dewasa ini di hadapan musuh Allah SWT, sama sekali bukan pengaruh kesyiahan mereka. Melempemnya pemimpin dunia Arab yang nota bene Sunni, juga bukan karena kesunnian mereka.

Bukankah Hamas itu sunni? Tapi dunia tahu bahwa yang paling ditakuti tentara Israel adalah lemparan batu pasukan Intifadhah, atau ledakan bom syahid mereka.

Dicari Pemimpin yang Bernyali

Pencapaian atau prestasi yang dapat diberikan kepada umat ini ukurannya bukan kesyiahaan atau kesunnian seorang pemimpin. Realita di lapangan tidak sesuai. Yang membedakan adalah masalah nyali. Kebetulan pemimpin Hizbullah termasuk yang punya nyali, sama dengan pemimpin Hamas juga. Yang satu syiah dan yang satu sunni. Karena keduanya punya nyali, maka itu sama hebatnya.

Khusus buat Iran, sebenarnya belum terbukti benar bahwa pemimpinnya punya nyali. Sekali lagi ini bukan masalah syiahnya. Sebab meski Iran mengklaim punya rudal jarak jauh yang bisa menjangkau Israel, tapi sampai hari ini belum ada satupun rudal mereka yang dijatuhkan di Tel Aviv, misalnya. Padahal tidak ada salahnya bila hal itu dilakukan, hitung-hitung untuk membuktikan bahwa mereka memang benar-benar punya nyali. Kalau baru sekedar main ancam atau mengklaim saja, rasanya belum terbukti benar bahwa mereka punya nyali.

Seharusnya semua rudal milik Iran itu jangan cuma dielus-elus saja, sesekali perlu juga diluncurkan tepat di tengah jantung Tel Aviv. Tidak usah semuanya, separuhnya saja juga boleh, sebagai uji coba. Biar dunia tahu bahwa ternyata Iran punya rudal yang bisa meledak, dan bahwa para pemimpin Iran itu punya nyali betulan.

Kalau nanti PBB, Zionis Yahudi atau Amerika marah-marah, bilang saja, “Wah sori, mas. Itu salah pencet. Maksud kita bukan ke Tel Aviv, tetapi salah prosedur teknis semata….” Atau bilang saja bahwa untuk memastikan bahwa rudal itu betul-betul bisa melenyapkan suatu kota, kita butuh sebuah kota untuk dihancurkan. Kebetulan yang gampang untuk dijadikan sasaran adalah Tel Aviv. Jadi, sori banget, nih”.

Adapun pemimpin Arab yang dikatakan hidup mewah dan sebagainya, semua kita tahu memang demikian keadaannya. Ini mesti diakui dengan jujur, tidak perlu ditutup-tutupi. Tetapi sekali lagi, ini bukan karena sunni atau syiah, tetapi hal-hal di luar itu.

Penutup

Dunia toh juga tahu siapakah Shalahudin Al-Ayyubi, yang berhasil membebaskan Al-Aqsha dari pasukan salib Eropa. Sunni apa syiah dia? Toh kita tidak menghina pemimpin Syiah sebagai pecundang.

Semoga kemenangan yang Allah berikan kepada umat Islam di Libanon tidak dijadikan komoditi murahan yang malah memundurkan umat, hanya dengan isu Syiah-Sunni. Sebab pertolongan itu tidak diturunkan untuk Syiah atau Sunni, tetapi untuk umat Islam semua. Wallahu a’lam bishshawab.

Arti Tatanan Dunia Baru

“Tidak perlu terburu-buru. Tatanan Dunia Baru harus di rancang sistematis dan memberikan dampak yang signifikan terhadap apa yang kami /kita tuju'' (John Rockefeller).




1. Tatanan Dunia Baru adalah monster kehidupan dengan ribuan tentakel, menjerat setiap lini kehidupan. Sektor kesehatan adalah hanya satu di antaranya. Para bankir menguasai berbagai perusahaan besar, mengontrol media massa, bekerja sebagai agen inteligen, menyusup ke berbagai kampus, menyebarkan trend lifestyle melalui film dan musik, meracuni pola pikir anak muda dengan seks bebas, homoseksual dan lesbianisme.

2. Tatanan Dunia Baru digerakkan oleh segelintir orang (sebagai bankir elit) yang bertahta di bank dunia (Federal Reserve). Via jalur ekonomi mereka mengontrol institusi politik dan sosial serta membuat kebijakan untuk kepentingan mereka. Mereka memberikan kredit kepada pemerintah yang mencetak uang dan mendapat imbalannya dari bunga yang dibayar rakyat. Sekitar 300 dinasti pemerintahan di muka bumi ini memiliki saham di Federal Reserve (Bank Sentral Dunia). Mereka adalah 90% dari keluarga Yahudi.

Pinjaman kepada Pemerintah suatu negara, menyebabkan mereka memiliki kekuasaan untuk menekan dan mengeluarkan kebijakan dalam rangka mengontrol lini sosial, ekonomi dan politik suatu negara. Mereka membuat gejolak sosial, fitnah dan kebebasan seks serta program revolusi homo seksual. Mereka juga memberikan tempat kepada gerakan feminimisme dan multikulturalisme.

3. Tatanan Dunia Baru adalah program Zionis Yahudi:

Program Kesehatan


Penguasaan industri kesehatan,rumah sakit dan farmasi, menguasai industri kesehatan termasuk menguasai teknologinya, merencanakan pembunuhan besar besaran umat manusia melalui makanan, obat obatan (vaksin terutama) dan air minum. Rencana ini telah berjalan 3 (tiga) dekade dan klimaksnya pada abad ke 21 (sekarang ini).

Selain menguasai industri obat dan teknologinya, para ahli kesehatan di Rochkefeller Institute sebenarnya telah menemukan obat untuk kanker namun pengetahuan tersebut tidak boleh di miliki oleh publik.

Mengontrol Populasi

Program Keluarga Berencana. Menekan jumlah penduduk setiap negara berkembang, dengan program pengaturan penduduk untuk mencegah ledakan penduduk /chaos dan perbaikan sistem kependudukan yang lebih terstruktur. Di Cina dikenal dengan nama ''Jihua Shengyu Zhengce'', di Brazil di sebut ''Panejamento Familiar'', di India dijalankan kebijakan National Population Policy'', dan di Indonesia di sebut ''Keluarga Berencana''. Presiden Soeharto menerima penghargaan PBB pada pertengahan dekade 90 an untuk kesuksesannya mencanangkan program KB. Sebuah rancangan yang selama ini dianggap program nasional, tetapi nyatanya berakar dari tekanan Zionisme untuk membatasi pertumbuhan populasi Umat Islam terbesar di dunia.

Program Seks Bebas. Bersamaan dengan itu, didisain program seks tanpa reproduksi dan reproduksi tanpa seks, khususnya di negara negara berideologi Nashrani dan Islam, seperti Amerika Serikat, Brazil, Nigeria, Mesir, Banglades, dan Indonesia. Program seks bebas harus di jalankan dengan tujuan demoralisasi tanpa reproduksi (kehamilan diluar nikah). Dibuatlah alat alat kontrasepsi diiringi dengan menyebarkan video-video porno. Sementara Reproduksi tanpa seks dijalankan melalui program bayi tabung.

Melegalkan Penyimpangan Seksual. Dimunculkan program dan aturan melegalkan aborsi, homoseksualitas dan lesbianism.

Program Narkoba. Peningkatan produksi alkohol dan nikotin agar menjadi konsumsi umum masyarakat di dunia. Perusahaan minuman keras dan rokok harus menjadi sponsor acara-acara sosial dan olahraga. Bahkan disinyalir bahwa penyebaran semua bentuk narkoba semuanya didalangi oleh Zionis Yahudi Internasional. Di tingkat Asia dikendalikan melalui Singapura, sedangkan di tingkat dunia dikendalikan oleh Amerika Serikat.

Teruslah Waspada dan Sadar

Semua program tersebut berjalan sistematis dan bertahap. Ketika racun dari semua program tersebut bekerja dengan baik, maka pengurangan populasi manusia dapat berjalan tanpa hambatan.

Di bidang kesehatan, mereka mengurangi jumlah penduduk dunia ini dengan peperangan, pembunuhan massal suatu ras tertentu, krisis ekonomi yang berujung pada kelaparan, penyebaran senjata biologis dan makanan berbahaya dan beracun.

Kasus melamin pada susu bayi, fluoride pada air minum, mercuri pada kosmetika, ada 4000 racun dalam rokok, 'aspartame' (pemanis) dalam permen yang dimakan anak-anak. Itulah racun yang mereka cekoki ke mulut anak-anak kita. Ketika informasi ini menyebar, kita sudah tidak punya pilihan lagi.

Ingat dan sadarlah bahwa ada kekuatan yang berambisi menguasai bumi Alloh ini. Inilah era perbudakan berkedok globalisasi. Semua itu ada dan bersembunyi pada One Dollar AS. Itulah kekuatan setan yang bekerja dalam diam dan meninabobokan. Bangun dan lihatlah semua itu, dan jangan tercengang karenanya.

Mereka Memang Takut

Sudah mendarah daging diketahui bahwa Yahudi dan Dunia Barat terus memerangi Islam. Dalam berbagai kesempatan, mereka selalu berkata bahwa Islam bukanlah musuh. Namun, sembunyi-sembunyi mereka terus memprovokasi dengan berbagai propaganda untuk merusak citra Islam di mata dunia.

Beberapa tahun silam, di hadapan masa ormas Islam Indonesia, Presiden Iran Mahmud Ahmad Dinejad mengatakan bahwa sesungguhnya musuh yang nyata sudah nampak di mata kalian dan terang benderang memusuhi Islam. Mereka adalah Dunia Barat beserta kroni-kroninya (Zionis Yahudi). Namun umat Islam tidak gentar, karena dalam diri pemuda Islam adalah nuklir bagi Dunia Barat.

Ini bukan omong kosong. Seorang dedengkot Yahudi mengatakan bahwa satu hal yang kami takuti dalam Islam adalah ancamannya bagi masa depan kami. Itu yang membuat kami selalu merasa dalam ancaman dan ketakutan. Ia adalah “persatuan Islam di seluruh dunia, seperti yang kalian tunjukkan pada waktu shalat berjamaah.

"Dan apabila kamu bersama mereka (musuh-musuhmu) lalu kalian hendak mendirikan shalat, maka hendaklah segolongan dari kalian berdiri (shalat) bersamamu dan yang lainnya menyandang senjata" (QS. 4:102).

"Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh aku bermaksud hendak menyuruh orang-orang mengumpulkan kayu bakar, kemudian menyuruh seseorang menyerukan adzan, lalu menyuruh seseorang pula untuk menjadi imam bagi orang banyak. Maka saya akan mendatangi orang-orang yang tidak ikut berjama'ah, lantas aku bakar rumah-rumah mereka" (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA).


Dari Ibnu Abbas Ra berkata:

"Saya menginap di rumah bibiku Maimunah (isteri Rasulullah SAW). Nabi Saw bangun untuk shalat malam. Aku ikut bangun untuk shalat bersama beliau. Aku berdiri di sisi kirinya dan dipeganglah kepalaku dan digeser posisiku ke sebelah kanan beliau" (HR. Jama'ah, hadits shahih).

Itulah gambaran umat Islam: Berjama’ah, ada pemimpin dan yang dipimpin. Semua dalam barisan yang teratur rapi. Seorang imam harus membimbing dan meluruskan sikap dan perilaku jama’ahnya. Selain itu, umat Islam harus saling menjaga dan menghormati satu sama lain. Perbedaan dalam hal-hal yang tidak prinsip, tidak boleh menjadikan kelompok umat Islam yang satu membenci apalagi menghujat kelompok lainnya.

Yang berjanggut panjang maupun yang janggutnya dibonsai, yang pakai celana setengah kaki maupun tiga perempat kaki, yang pakai jilbab lebar maupun jilbab modis, yang berbusana putih-putih maupun yang berwarna, semauanya adalah saudara. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan umat. Inilah gambaram ketakutan yang benar-benar menjadi ancaman Dunia Barat dan kroni-kroninya.

Perbedaan sekecil apa pun, bila disikapi dengan jiwa kerdil, dada sempit, sikap egois, dan mau menang sendiri, pasti akan mendatangkan perpecahan dan malapetaka. Apalagi kalau perbedaannya besar, ia lebih banyak menimbulkan kerusakan dan kehancuran. Sebaliknya, perbedaan sebesar apa pun, kalau disikapi dengan jiwa besar, dada lapang, saling memahami dan menghormati, insya Allah tidak akan menimbulkan perpecahan. Pastikanlah kita selalu dapat bersatu untuk menggetarkan musuh.

Jumat, 19 Maret 2010

Kontrol Populasi

Sebuah Konspirasi dan Tipudaya


Pengantar


Kontrol populasi merupakan praktek mendasar dari seluruh Konspirasi New World Order (NWO = Tatanan Dunia Baru) yg diadopsi dari Ritual kaum Pagan. Inilah konspirasi Illuminasi Yahudi yang berada di bawah kendali Freemasonry Yahudi Internasional.

Praktek ini banyak variasinya. Dari praktek sukarela seperti program KB, kondomisasi, hingga praktek sadis berupa perang dan pemusnahan etnis. Ada juga bentuk program dalam bidang kesehatan, makanan dan konspirasi penyakit (misalnya flu burung dan babi, SARS dan penyakit rekayasa genetis lainnya), dan Proyek Kemiskinan yang kita saksikan terjadi sehari-hari di depan mata. Bahkan kaum Pagan sudah mematok awal program untuk mengurangi jumlah umat manusia secara drastis ini pada Desember 2012. (www.december212012.com).

Masih ingat dengan isu panas Proyek Namru-2 beberapa waktu lalu? Adalah Siti Fadhilah Supari orang Indonesia pertama dalam beberapa dekade ini yang berani menentang kepentingan Amerika Serikat. Kebaniannya mirip Soekarno di era tahun 1960-an yang berani berteriak, ‘’Go to hell’’ kepada Amerika.

“Saya berjuang sendiri untuk melawan sebuah ketidakadilan yang bisa membuat kehancuran”, kata Siti Fadhilah. Ia memang sendiri. Ada ribuan orang di anggota DPR dan DPRD diam saja dan sibuk untuk memperbesar kekuasaan. Tak ada dukungan pers, politisi, cendekiawan, atau siapa pun. Ia pada posisi sulit karena tidak mau menjadi antek di sebuah komunitas antek.

Februari lalu, ia melansir buku dalam edisi Indonesia dan Inggris berjudul, “Saatnya Dunia Berubah” (It’s Time for the World to Change). Kedua edisi buku – dicetak cuma 2000 eksemplar – sudah terjual habis dan sedang dicetak ulang. Buku itu sepi dari publikasi pers. Di buku ini, ia betul-betul menelanjangi praktek WHO, badan kesehatan dunia, bagaimana WHO mewajibkan Indonesia mengirimkan virus flu burung ke laboratoriumnya di Hongkong. Tahu-tahu sampel itu sudah ada di tangan Amerika.

Usaha Mengurangi Populasi Muslim

Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah pertambahan populasi penduduk Muslim. Ketakutan itu ditutup-tutupi dengan jargon-jargon “kepedulian terhadap angka kematian ibu dan anak; membuka kesempatan untuk hidup panjang dan sejahtera; kesulitan pemenuhan konsumsi barang produksi karena sumber daya alam yang terbatas; dan jargon lainnya.

Kontrol populasi dipelopori dari teori “Ledakan Penduduk” yang dicetuskan oleh Thomas Robert Malthus (1798) seorang pemikir Yahudi Inggris, theolog dan ekonom. Malthus menyebutkan bahwa jumlah penduduk dunia cenderung melebihi pertumbuhan produksi (barang dan jasa). Karenanya, pengurangan ledakan penduduk merupakan keharusan, yang dapat tercapai melalui bencana kerusakan lingkungan, kelaparan, perang atau pembatasan kelahiran.

Upaya kontrol populasi pada dasawarsa 60-an telah diungkapkan secara terang-terangan oleh para pemimpin Eropa dan Amerika dalam strategi jahat mereka dalam bentuk pemusnahan terhadap bangsa-bangsa tertentu secara bertahap. Mesir dan India (sebagai Negara yang berpopulasi terbanyak di dunia) yang segera menerapkan program pembatasan kelahiran.

Selain itu, kesepakatan organisasi gereja dan berbagai lembaga yang mengucurkan dana melimpah untuk merealisasikan program tersebut di Dunia Islam. Kesepakatan Roma, Lembaga Ford Amerika (dengan program Kesehatan /Kesejahteraan Keluarga”), Lembaga Imigrasi Inggris (yang dengan terus terang menyerukan perlindungan alam dengan membatasi pertumbuhan manusia, dengan cara pembantaian massal manusia).

Bulan Mei 1991,pemerintah AS mengekspose beberapa dokumen rahasia yang isinya berupa pandangan pemerintah AS bahwa pertambahan penduduk dunia ketiga merupakan ancaman bagi kepentingan dan keamanan AS. Salah satu dokumen itu ialah instruksi Presiden AS nomor 314 tertanggal 26 November 1985 yang ditujukan kepada berbagai lembaga khusus, agar segera menekan negeri-negeri tertentu mengurangi pertumbuhan penduduknya. Di antaranya negeri-negeri itu adalah India, Mesir, Pakistan, Turki, Nigeria, Indonesia, Irak dan Palestina.

Dokumen itu menjelaskan sarana-saran yang digunakan secara bergantian, berupa upaya menyakinkan orang-orang maupun pemaksaan negeri-negeri tersebut agar melaksanakan program pembatasan kelahiran. Bentuk persuasif ialah memberi dorongan kepada penjabat /tokoh masyarakat untuk memimpin program pembatasan kelahiran di negeri-negeri mereka, memusnahkan faktor penghalang berupa faktor individu, sosial, keluarga, dan agama yang menganjurkan dan mendukung kelahiran.

PBB mensponsori konferensi pertama kontrol populasi ini tahun 1994 di Kairo. Pada pertemuan ini dianalisa masalah overpopulasi dan mengajukan sejumlah langkah, diperdebatkan pendekatan mengkontrol fertilitas (ketika itu dipromosikannya penggunaan alat kontrasepsi, perkembangan ekonomi liberal dan diserukannya peningkatan status wanita). Tujuan utama konferensi itu adalah menerima asumsi bahwa pertumbuhan penduduk menyebabkan kemorosotan ekonomi dan dilakukannya usaha-usaha untuk mengkontrol pertambahan penduduk di Dunia Ketiga oleh hambatan keyakinan agama, misalnya mendorong memiliki keluarga besar dan kurangnya pendidikan bagi wanita.

Semua Usaha itu menyebabkan diterimanya pandangan bahwa pertumbuhan penduduk menyebabkan kemerosotan dan kemandegan ekonomi, kemiskinan global, kelaparan, kerusakan lingkungan dan ketidakstabilan politik. Filosofi semacam itu telah menjadi mesin pendorong bagi PBB dan Bank Dunia. Pertumbuhan penduduk adalah sebuah problem bagi Afrika, Amerika Latin dan Asia. Jika masalahnya mau terpecahkan, maka negara-negara itulah harus melaksanakannya. Dalam hal ini, korban yang telah sangat menderita malah dipersalahkan dengan riset empiris yang mendukung asumsi semacam itu.

Di Indonesia dibuat program-program yang mendukung upaya kontrol populasi dikomandoi BKKBN dan LSM lokal, nasional dan asing. Untuk kalangan Ibu diterapkan KB dengan slogan hindari 4Ter (Terlalu muda,Terlalu tua, Terlalu sering dan Terlalu dekat). Untuk kalangan bapak diarahkan melakukan kondom dengan segala fasilitasnya dan larangan untuk berpoligami. Untuk kalangan remaja adanya pembatasan usia kawin di aats 18 tahun sehingga dilarang pernikahan dini dan pendidikan seks /reproduksi dengan istilah Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang memacu naluri seksual dengan slogan “SAVE SEX” dan melarang pernikahan dini.

Untuk kalangan remaja dikeluarkan program Dunia RemajaKu Seru (DAKU). Awalnya program DAKU dikenal di negara Uganda, Afrika, dengan nama The World Start With Me, lalu diadaptasi ke beberapa negara seperti Thailand, Vietnam, Kenya, Afrika Selatan, Mongolia, Cina, Pakistan, serta Indonesia. Program ini sepertinya didisain untuk negara-negara yang memiliki populasi banyak.

Untuk Indonesia ada proyek percontohan di Jakarta pada beberapa sekolah sejak tahun 2005, 2006, 2007 di 12 SMU-SMK Jakarta (yaitu SMAN 100, SMA Angkasa 2 dan SMKN 27, SMAN 67, SMAK 7 Penabur dan SMKN 32, SMA Muhammadiyah 19, SMAN 53, SMK Jaya Wisata Menteng, SMAN 7, SMK Walisongo dan SMAN 105).

Program tersebut dikembangkan di beberapa propinsi, di antaranya Bali, Sumatera Utara, Lampung dan Jambi. Program ini disosialisasikan terlebih dahulu oleh suatu LSM yaitu World Population Foundation dan LSM lokal Yayasan Pelita Ilmu.

Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak usia 12-19 tahun, dirancang berbasis teknologi informasi yang membuat anak-anak remaja bisa langsung secara mudah mengakses berbagai modulnya. Dalam modul tersebut, anak diajarkan untuk bercinta yang sehat tetapi tidak melalui pernikahan. Sebuah ajakan dan legalisasi hubungan lawan jenis untuk menyalurkan naluri seksualnya tanpa harus menikah.


---------------------------------------------
Longok juga ke:

http://www.conspiracyarchive.com/NWO/
http://www.theforbiddenknowledge.com/hardtruth/newworldindex.htm
http://www.educate-yourself.org/nwo/nwonewsindex.shtml

Benarkah Ledakan Populasi Itu Menyengsarakan

Sebuah Mitos Sesat yang Dibangun Barat



Pengantar


Penelitian struktur genetik penduduk menyatakan bahwa hampir 15.000 tahun yang lalu, jumlah penduduk dunia adalah 15 juta orang (setara dengan penduduk New Delhi, India sekarang). Sedangkan penduduk pada masa Isa al–Masih (2000 tahun yang lalu) meningkat menjadi 250 juta (hampir setara dengan jumlah penduduk Indonesia yang sekarang).

Era revolusi industri abad ke-18, penduduk dunia mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat menjadi sekitar 700 juta jiwa (setara dengan jumlah penduduk Eropa sekarang). Abad berikutnya, penduduk dunia meningkat rata-rata 6% per tahun, mencapai 2,5 miliar tahun 1950, dan meningkat lebih dari angka rata dalam kurun 50 tahun berikutnya menjadi 18%, hingga mencapai angka 6 miliar penduduk di penghujung abad ke-21.

Meskipun laju tingkat pertumbuhan itu melambat, jika tidak ada bencana demografis, maka penduduk dunia diperkirakan mencapai 9 miliar pada tahun 2050 nanti. Per September 2008, jumlah penduduk dunia secara resmi tercatat 6,72 miliar .

Jargon "Kelebihan" Versi Sesat

Tingkat pertumbuhan penduduk dalam satu abad terakhir kerap dituding sebagai penyebab utama pendorong dunia barada dalam jurang bencana, karena kita kekurangan pangan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang jumlahnya begitu besar. Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk dunia menjadi penyebab kemiskinan, kerusakan lingkungan, keresahan sosial, dan kemajuan ekonomi di Dunia Ketiga mustahil terjadi. Walhasil, sejumlah pemerintah dan lembaga-lembaga internasional mengembangkan dan menerapkan sejumlah program di Dunia Ketiga untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk.

Jargon tersebut dikaitkan “kelebihan” dalam hal pemanfaatan sumber daya alam, dikonsumsi manusia lalu menimbulkan ketidakseimbangan global yang dikaitkan dengan jumlah penduduk.

Mencermati asumsi tentang efek pertumbuhan penduduk itu, peningkatan jumlah penduduk sama sekali tidak berkontribusi terhadap segala derita yang dialami dunia. Justru asumsi itu terkait pada agenda politik tertentu untuk melabel masalah peningkatan jumlah penduduk global yang dituding sebagai penyebab bencana alam. Agenda tersebut mengalihkan perhatian dunia dari penyebab yang sesungguhnya, yaitu gaya hidup, pola hidup, konsumerisme kelewatan, kemiskinan, dan penindasan terhadap Dunia Ketiga, agar Barat dapat mempertahankan supermasinya.

Negara-negara maju menghadapi masalah serius. Jepang, Rusia, Jerman, Swiss, dan banyak negara Eropa Timur mengalami penurunan tingkat pertumbuhan penduduk akibat program pembatasan kelahiranyang mereka terapkan. Negara-negara lain juga mengalami penurunan tingkat laju penduduk, seandainya tidak ada gelombang imigran.

Penurunan jumlah penduduk di Barat yang relatif terhadap negara-negara Dunia Ketiga dan negeri-negeri Muslim, berefek terhadap hak yang absah, berdasarkan jumlah penduduknya, untuk menuntut keterwakilan yang lebih baik dan lebih banyak di lembaga-lembaga internasional.

Barat Takut Ledakan Populasi Umat Islam

Isu kelebihan penduduk ini merupakan alasan untuk menjelek-jelekkan negara-negara yang jumlah penduduknya bertambah. Pada saat yang sama isu ini digulirkan untuk melindungi negar-negara tersebut dari potensi hilangnya pengaruh mereka di masa yang akan datang.

Mari kita lihat proses masuknya Turki ke Uni Eropa. Ketika bergabung dengan Uni Eropah, jumlah penduduknya mencapai hampir 70 juta, membuat Turki layak diberi jumlah anggota parlemen terbanyak kedua dalam parlemen Uni Eropa. Perkiraan demogafis menunjukan Turki akan melampaui Jerman dalam hal jumlah kursi parlemen pada tahun 2020. Karena itulah keberadaan Turki memiliki banyak konsekuensi, baik langsung maupun sampingan, bagi arah dan masa depan UE, termasuk isu menjengkelkan tentang rencana pemekaran Eropa masa datang.

Isu ini dijadikan alasan oleh Valery Giscard d’Estaing dari Perancis untuk menentang masuknya Turki. D’Estaing mengatakan bahwa hal itu bisa memicu munculnya tuntutan serupa: masuknya Maroko ke Uni Eropah.

Inggris sebagai bangsa pertama di dunia yang mengalami industrialisasi, namun secara umum ada 8 (delapan) faktor yang memicu industrialisasi. Salah satu di antaranya adalah pertumbuhan penduduk. Setelah bersatunya dengan Skotlandia tahun 1707, penduduk Inggris Raya mencapai 6,5 juta jiwa. Satu abad berlipat ganda menjadi 16 juta. Laju pertumbuhan itu terjadi setelah tahun 1750. Ini ledakan jumlah penduduk terbanyak dalam sejarah Inggris. Ia terkait dengan meningkatkan jumalah tenaga kerja dan konsumerisme barang-barang komoditas.

Asumsi yang Nonsens dan Menyesatkan

Sekarang mari kita lihat apa yang terjadi di China dan India, dua negara yang terbanyak penduduk dengan tingkat pertumbuhan yang mencengangkan. Tetapi ternyata jumlah penduduk besar adalah hal yang bagus. Meskipun menerapkan program pembatasan penduduk atas pengaruh Barat, China dan India tetap tidak mampu mengurangi laju pertumbuhan penduduk. Ternyata keduanya tetap bisa menjadi negara dengan laju perekonomian tercepat di dunia.

Fakta ini kontradiktif dengan pandangan Barat bahwa kelebihan penduduk menyebabkan semakin banyak pula sumber daya yang dihabiskan.

Kini kita bisa menyebutkan bahwa dunia tidaklah mengalami kelebihan penduduk. Pangan dan sumber daya alam masih lebih dari cukup untuk seluruh penduduk dunia. Justru sebagian besar dari sumber daya tersebut habis dirampok dan dikonsumsi oleh Barat secara berlebihan.

AS dan Terorisme

Sebuah Isu yang Dipaksakan


Pengantar


Ditembaknya Dulmatin alias Djoko Pitono, telah mencuatkan kembali isu terorisme di Indonesia. Namun isu itu selain janggal, kali ini terkesan dipaksakan. Pasalnya, isu ini muncul saat antiklimaks kasus skandal Bank Century yang dibawa ke Sidang Paripurna DPR dan menghasilkan keputusan melalui voting ‘Opsi C’ (bahwa bailout Century bermasalah). Isu ini juga muncul menjelang kedatangan Obama ke Indonesia. Dengan isu ini, Pemerintah seolah ingin menunjukkan kembali kepada pihak AS mengenai perhatian dan komitmennya terhadap kasus-kasus terorisme.

Selain itu, proyek kontra-terorisme memang merupakan salah satu prioritas dalam 100 hari program kerja Pemerintahan SBY. Dalam 100 hari itu diharapkan bisa dirumuskan ‘cetak biru’ penanganan terorisme, yang pelaksanaannya tentu membutuhkan waktu lebih dari 100 hari. Bahkan inilah salah satu inti dari pertemuan National Summit di Jakarta pada 29-31 Oktober 2009 lalu.

Karena itu, saat memimpin rapat terbatas bidang politik, hukum dan keamanan (Polhukam), SBY antara lain mengingatkan bahwa pemberantasan terorisme tetap menjadi agenda dalam penegakan hukum dan HAM (Detik.com, 5/3).

Lebih dari itu, komitmen pada isu terorisme ini juga menjadi kesepakatan dan pembicaraan antara Obama dan SBY saat pertemuan terbatas di Singapura. Saat kunjungan Obama ke Indonesia pertengahan Maret ini pun, hal ini akan kembali menjadi inti dan komitmen Indonesia-AS.

Umat Harus Mewaspadai Isu Ini

Umat Islam Indonesia harus memahami sekaligus mewaspadai isu terorisme ini dengan memahami beberapa hal berikut:

Pertama, terorisme hakikatnya adalah isu yang dijadikan proyek global AS jangka panjang setelah Peristiwa Peledakan WTC 9/11/2001. Proyek ini digunakan AS sebagai strategi untuk terus menjajah negeri-negeri kaum Muslim, termasuk Indonesia, semata-mata demi kepentingan AS dan Kapitalisme globalnya. Ini dilakukan dengan bantuan dan kesetiaan para penguasa negeri kaum Muslim yang berkhianat kepada Allah SWT, Rasul saw. dan umat Islam.

]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman-teman setia” (QS al-Mumtahanah [60]: 1).

Kedua, isu terorisme tersebut di Dunia Islam, khususnya di Indonesia, telah menciptakan keterbelahan umat Islam, diadu domba dengan sejumlah pengelompokan: moderat-radikal; liberal-fundamentalis; pluralisme-pluralitas, dan sebagainya. Keadaan ini secara langsung melemahkan umat Islam. Karena itu, umat Islam harus waspada, karena Allah SWT telah berfirman:

]وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا[

“Berpegang teguhlah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai” (QS Ali ‘Imran [3]: 103).

Ketiga, isu terorisme terus diusung dan menjadi perhatian penguasa negeri ini (yang terjebak dalam proyek global AS) sampai seluruh komponen Islam yang dianggap mengancam agenda sekularisasi dan liberalisasi betul-betul bisa dibungkam.

Keempat, isu terorisme ini dijadikan alasan oleh Indonesia untuk mengagendakan kembali kerjasama militer dengan AS karena Indonesia dianggap serius memberantas terorisme.

]الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ[

“(Orang-orang munafik itu) ialah mereka yang mengambil orang-orang kafir sebagai teman penolong dengan meninggalkan orang-orang Mukmin” (QS an-Nisa’ [4]: 139).

Kelima, Indonesia adalah bagian dari Dunia Islam yang memiliki nilai strategis dari berbagai aspek: jumlah penduduk, sumber daya alam, serta geopolitik di kawasan Asia Pasifik maupun di Dunia Islam. Indonesia menjadi salah satu basis perang melawan terorisme, yang secara tegas menempatkan Islam dan kaum Muslim sebagai sasarannya. Karena itu, wajar jika selama ini Islam dan kaum Muslim menjadi korban dari isu terorisme ini. Memang itulah yang menjadi target AS.

]وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا[

“Orang-orang kafir tidak henti-hentinya berusaha memerangi kalian hingga mereka berhasil mengeluarkan kalian dari agama kalian—jika saja mereka mampu” (QS al-Baqarah [2]: 217).

Penutup

Isu terorisme akan terus dipelihara oleh AS sebagai gembong negara penjajah demi usaha menjajah dan menguasai kaum Muslim. Kaum Muslim selalu menjadi sasaran kaum kafir penjajah, termasuk melalui isu terorisme, jika mereka tidak memiliki pelindung. Pelindung mereka tentu bukan para penguasa yang menjadi pelayan negara penjajah seperti AS. Pelindung mereka tidak lain adalah seorang Khalifah yang bertakwa kepada Allah SWT. Itulah yang ditunjukkan oleh para khalifah pada masa Kekhilafahan Islam selama berabad-abad lamanya. Karena itu, mengangkat kembali seorang khalifah dalam institusi Khilafah Islam adalah pilihan yang bukan saja merupakan tuntutan syariah, tetapi juga tuntutan kondisi saat ini. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb []

Menjustifikasi Kematian Para "Terorisme"

Oleh: Heru Susetyo*


Pengantar

“Amerika bisa menangkap Hambali dan Umar Al Faruq tanpa harus menewaskan mereka. Mengapa di tempat kita selalu mati?”


Ada fenomena aneh di balik kisah sukses Detasemen Khusus 88 membekuk para "teroris" setengah tahun terakhir ini. Yaitu, hampir semua"teroris"nya mati tertembak ataupun terbunuh dengan cara lain. Pasca peledakan hotel J.W. Marriot dan Ritz Carlton tanggal 17 Juli 2009, tak kurang dari sembilan"teroris" yang dianggap berperan langsung dan tidak langsung telah terbunuh.

Ibrohim, florist hotel Ritz Carlton terbunuh pada 8 Agustus 2009 di Temanggung, dalam drama pengepungan yang diliput banyak media massa. Pada hari yang sama Air Setiawan dan Eko Sarjono juga ditembak hingga tewas di Bekasi. Pada 16 September 2009, masih di bulan Ramadhan, empat ‘teroris’ termasuk buruan nomor wahid, Noordin M. Top, terbunuh dalam drama baku tembak di Solo. Kemudian, yang masih gres, dua buronan utama, kakak beradik Syaifuddin Zuhri dan Mohammad Syahrir, menjemput ajal di ujung senapan Densus 88 di Ciputat. Persis menjelang shalat Jum’at 9 Oktober 2009.

Yang paling baru, Densus 88 berhasil menembak mati Dulmatin dan dua orang pengawalnya di bilangan Pamulang, Banten, Jum’at, 12 Maret 2010 yang lalu.

Densus 88: It’s Oke, Tetapi Mengapa Harus Ditembak Mati?

Banyak pihak mengacungkan jempol terhadap ‘prestasi’ Densus 88. Memang, dari sisi produktivitas pemburuan "teroris", Densus 88 amat sangat produktif. Sembilan buron tewas hanya dalam kurun waktu dua bulan. Buronan nomor wahid pula.

Permasalahannya adalah, haruskah mereka dibunuh? Layakkah mereka dibunuh? Tak ada cara lainkah untuk mengakhiri perburuan dan mengungkap misteri terorisme ini selain dengan pembunuhan?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, pertanyaan yang lebih mendasar adalah, benarkah mereka yang terbunuh itu benar-benar "teroris"? Kalaupun benar "teroris" apakah mereka memang harus dibunuh?

Di Manakah Dikau Presumption of Innocence?

Tanpa berpretensi untuk membela terorisme, sistem peradilan pidana Indonesia, dan juga hampir semua sistem peradilan di negara yang sehat demokrasinya, dan tegak rule of law-nya, memegang teguh asas ‘presumption of innocence’ alias ‘praduga tak bersalah.

Seseorang bisa jadi mencurigakan, bisa jadi tertangkap basah, bisa jadi memiliki ciri dan identitas yang cocok dengan pelaku kejahatan tertentu, ataupun menjadi buron karena alat-alat bukti dan saksi mengarah padanya, namun tetap saja ia tak dapat disebut sebagai bersalah sebelum pengadilan menyidanginya dan hakim menyatakan bersalah dan kemudian menghukumnya. Dan ini pun belum akhir perjalanan. Sang terhukum masih berpeluang mengajukan banding ke pengadilan tinggi, Kasasi dan Pengajuan Kembali ke Mahkamah Agung, hingga permohonan grasi ke Presiden.

Tidak semua saksi adalah tersangka. Tidak semua tersangka kemudian berkembang menjadi terdakwa. Tidak semua terdakwa menjadi terpidana. Dan tidak semua terpidana benar-benar menjalani hukuman sesuai yang dijatuhkan. Termasuk, tidak semua terpidana benar-benar melakukan tindak pidana yang dituduhkan terhadapnya. Banyak kasus salah tangkap, salah tahan, salah mendakwa, bahkan sampai salah menghukum.

Kendati demikian, proses peradilan harus dihormati. Karena di forum tersebutlah alat-alat bukti dan saksi diuji dan dipertukarkan keterangannya. Di majelis yang mulia itulah informasi dan keterangan terdakwa, saksi maupun korban dan ahli diperdengarkan.

Bukti Apa Sehingga Mereka Bisa Disebut Teroris?

Apabila para"teroris" telah menjemput ajalnya, instrumen dan media seperti apa yang dapat membuktikan bahwa mereka benar-benar "teroris"? Apalagi definisi tentang terorisme sendiri begitu banyak dan sangat bias. Ditingkahi pula oleh Undang-Undang Anti Teroris yang menyimpangi asas keadilan, utamanya dalam penangkapan dan proses penahanan yang berlangsung di luar kelaziman dalam hukum acara pidana dan nyata-nyata melanggar HAM.

Kalaupun benar mereka adalah teroris, maka pengadilan pun bisa mengungkap lebih jauh tentang motif, tujuan, peta jaringan, peran yang dimainkan, hingga unsur kesalahan masing-masing individu. Hukuman dapat dijatuhkan sesuai dengan peran dan derajat kesalahan serta tanggungjawab yang diemban setiap individu. Tentunya, hukuman untuk mastermind amat berbeda dengan mereka yang hanya ikut-ikutan. Hukuman bagi perencana, pemberi order, ataupun pelaku utama amat berbeda dengan mereka yang terseret karena keliru memilih teman dan berada di tempat dan waktu yang salah. Palu hakim masih memberikan beberapa pilihan. Sangat berbeda dengan laras senapan senapan polisi yang seringkali tanpa kompromi dan tak pula bertelinga.

Publik pun mengakui hal ini. Jasad dari Dani Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana, keduanya dituding sebagai pelaku pemboman di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton pada 17 Juli 2009, tak ditolak warga untuk dimakamkan di daerah tempat tinggalnya, karena beranggapan mereka hanyalah korban indoktrinasi dan bukannya perencana utama. Amat berbeda dengan reaksi warga setempat yang menolak pemakaman para ‘senior’ mereka di kediamannya masing-masing.

Mengapa Amrozi, Imam Samudera, Mukhlas, dan Ali Imron dapat tertangkap tanpa harus terbunuh? Mengapa dua buronan besar seperti Hambali (tertangkap di Ayutthaya Thailand tahun 2003) dan Umar Al Faruq (tertangkap di Bogor tahun 2002) dapat diciduk oleh pasukan Amerika Serikat dan Indonesia tanpa harus membunuh mereka?

Nasib “Teroris” di Luar Negeri

Dalam kasus lain, dua pemimpin Serbia dan jagal perang Balkan (1992–1996) yang bertanggungjawab atas genocide dan crime against humanity di Bosnia, Serbia dan Croatia, masing-masing adalah Slobodan Milosevic dan Radovan Karadzic, dapat ditangkap kemudian diadili pengadilan khusus di The Hague tanpa harus membunuh mereka. Ketika divonis pun, Milosevic ‘hanya’ mendapatkan hukuman seumur hidup, bukannya hukuman mati. Ia sendiri yang menjemput ajal di penjara karena sakit. Bukan atas peran fire squad, lethal injection, ataupun tiang gantungan.

Timothy McVeigh, "teroris" berkulit putih asli Amerika yang terbukti membom gedung federal (FBI) di Oklahoma City pada tahun 19 April 1995 dan menewaskan 168 rakyat tak berdosa, dapat ditangkap polisi Amerika tanpa harus membunuhnya. Padahal, ia memiliki kemampuan yang menakutkan, karena merupakan veteran tentara yang pernah terjun di Perang Teluk. Kendati kemudian ia dihukum mati pada tahun 2001, uniknya, banyak keluarga korban yang justru tak rela ia dihukum mati. Mereka mengatakan, apabila Tim Mc Veigh dihukum mati adalah sama artinya dengan mengulang kesalahan yang sama. Yaitu kembali mengulang kejahatan pembunuhan yang tak perlu, namun kali ini pelakunya adalah negara.

Mengapa Mereka Harus Dibunuh?

Maka, mengapa Ibrohim, Eko Joko Sarjono, Air Setiawan, Bagus Budi Pranoto, Hadi Susilo, Ario Sudarso, Noordin M. Top, Syaifuddin Zuhri dan Muhammad Syahrir harus dibunuh? Tak dapatkah polisi mengulang kisah ‘sukses’penangkapan Amrozi dkk? Pengadilan terhadap Amrozi dkk, sedikit banyak dapat mengungkap unsur pertanggungjawaban pidana setiap tersangka, derajat keterlibatan dan kebersalahannya, peran yang dimainkan dan seterusnya.

Anehnya, baik aparat, birokrat, maupun masyarakat cenderung menjustifikasi kematian para "teroris" tersebut. Tak ada reaksi luar biasa yang menentang ‘pembunuhan’ tersebut. Seolah-olah mereka memang layak untuk ditewaskan dengan cara demikian. Padahal, dengan tewasnya para tersangka "teroris" tersebut, maka sekian istri telah menjadi janda, sekian anak telah menjadi anak-anak yatim, sekian banyak orangtua tak percaya telah kehilangan anak tercintanya yang susah payah dibesarkan sejak bayi.

Penutup:
Julukan Itu Melekat pada Keluarganya .....


Yang lebih mengerikan, bagi keluarga, stigma sebagai "keluarga teroris" akan menghantui mereka seumur hidup. Bentuk hukuman sosial dari masyarakat yang tak dapat diklarifikasi karena aktor utamanya telah tewas. Maka, sang istri akan menyandang predikat istri teroris. Sang anak sebagai anak teroris. Ayah dan Ibu sebagai orangtua teroris. Paman dan Bibi menyandang predikat paman dan bibi teroris. Kampung yang didiami akan berpredikat kampung teroris. Luka sosial yang mesti diemban seumur hidupnya tanpa ada kemampuan membela diri.

Bila demikian halnya, tipis saja perbedaan antara negara, masyarakat, dan Noordin M. Top dkk. Ketiganya adalah sama-sama ‘teroris’, namun memainkan peran yang berbeda. Negara berpotensi menjadi ‘teroris’ karena menjalankan praktik ‘state terrorism’ . Antara lain dengan sewenang-wenang mengangkangi proses hukum dan ‘rule of law’ dalam proses penangkapan dan pelumpuhan tersangka "teroris".

Masyarakat pun berpotensi menjadi "teroris" apabila begitu saja menjatuhkan stigma "teroris" dan menjatuhkan penghukuman sosial kepada para ‘tersangka teroris’ dan keluarganya, tanpa ingin mengklarifikasi lebih jauh dan memberikan kesempatan kepada "keluarga teroris" untuk membela diri dan memperbaiki hidupnya.


---------------------------------
*)Penulis adalah Staf Pengajar FHUI–Depok,
Executive Committee World Society of Victimology.
http://www.hidayatullah.com/opini/opini/11003-menjustifikasi-kematian-teroris